Wabah hantavirus di kapal MV Hondius, kapal pesiar yang berangkat dari Argentina pada tanggal 1 April, telah menimbulkan pertanyaan tentang penularan virus dan keselamatan kesehatan masyarakat. Meskipun situasinya serius bagi mereka yang terlibat langsung, para ahli menekankan bahwa risiko terhadap masyarakat umum masih sangat rendah.
Situasi Saat Ini
Saat ini terdapat delapan kasus terkonfirmasi atau dugaan hantavirus di antara 147 penumpang kapal, yang mengakibatkan tiga kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menduga virus ini menyebar melalui kontak antarmanusia, sebuah kejadian langka yang terkait dengan varian spesifik yang dikenal sebagai strain Andes.
“Satu-satunya jenis [hantavirus] yang pernah terbukti menular dari manusia ke manusia adalah Andes,” jelas Kari Moore Debbink, profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg.
Strain Andes adalah endemik di Chile dan Argentina. Laporan menunjukkan bahwa pasangan yang meninggal telah melakukan perjalanan melalui Argentina sebelum menaiki kapal. Meskipun seorang penumpang Swiss dinyatakan positif setelah turun dari pesawat, pihak berwenang Swiss menyatakan tidak ada risiko bagi masyarakat luas.
Mengapa Ini Bukan “COVID Berikutnya”
Kekhawatiran mengenai potensi pandemi ini dapat dimengerti mengingat tingkat keparahan penyakit ini, namun para ahli penyakit menular dengan cepat membedakan wabah ini dengan krisis virus corona.
Perbedaan utama meliputi:
- Efisiensi Penularan: Hantavirus tidak menyebar dengan mudah melalui udara atau kontak biasa. Penularan tampaknya memerlukan interaksi yang intens dan jarak dekat.
- Penyebaran Terbatas: Dengan hanya delapan kasus dari hampir 150 penumpang, virus ini tidak menyebar secara efisien. Jika virus ini sangat menular seperti SARS-CoV-2, kemungkinan besar akan ada lebih banyak orang yang tertular penyakit ini saat ini.
- Vektor Utama: Biasanya, hantavirus menyebar melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat, bukan kontak orang ke orang.
Jennifer Nuzzo, direktur Pusat Pandemi di Brown University, mencatat bahwa meskipun wabah ini mengkhawatirkan karena banyaknya korban jiwa, hal ini “tidak mengkhawatirkan masyarakat umum.” Dia menambahkan bahwa kekhawatiran utamanya adalah jenis flu baru atau virus corona, yang telah terbukti berpotensi menjadi pandemi.
Panduan bagi Wisatawan dan Masyarakat
Bagi kebanyakan orang, terutama di Amerika Serikat atau Eropa, risiko tertular hantavirus dari wabah khusus ini tidak ada. William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center menggambarkan situasi ini sebagai “masalah yang terbatas dan terlokalisasi.”
Namun, tindakan pencegahan standar terhadap hantavirus tetap relevan, khususnya di wilayah endemis seperti AS Barat Daya:
- Hindari Aerosolisasi: Saat membersihkan area yang berpotensi terdapat aktivitas hewan pengerat, basahi debu dan kotoran sebelum menyapu atau menyedot debu untuk mencegah terhirupnya partikel virus.
- Gunakan Perlindungan: Kenakan sarung tangan dan masker saat menangani kotoran hewan pengerat atau membersihkan area yang terkontaminasi.
- Kebersihan: Berlatihlah mencuci tangan secara menyeluruh setelah membersihkan atau berpotensi terpapar.
“Saya tidak akan mengubah hidup saya demi hal ini,” kata Nuzzo, namun menekankan bahwa kebersihan dasar dan kewaspadaan di sekitar hewan pengerat selalu dilakukan dengan hati-hati.
Gambaran Lebih Besar: Infrastruktur Kesehatan Masyarakat
Wabah ini menyoroti pentingnya kerja sama kesehatan masyarakat global. Insiden ini terjadi di perairan internasional, sehingga mempersulit respons yurisdiksi dan menggarisbawahi perlunya komunikasi yang lancar antar negara dan organisasi seperti WHO.
Para ahli memperingatkan bahwa pembongkaran infrastruktur kesehatan masyarakat—seperti keluarnya AS dari WHO baru-baru ini—melemahkan kemampuan kita untuk merespons ancaman yang muncul.
“Jika Anda melakukan hal tersebut, akan semakin sulit untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Dan sebenarnya, waktu dan pengetahuan adalah alat terbesar kita untuk mengatasi ancaman virus ini,” Nuzzo menyimpulkan.
Meskipun wabah hantavirus di kapal MV Hondius merupakan peristiwa tragis bagi mereka yang terkena dampaknya, hal ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem kesehatan global yang kuat dan kolaboratif. Bagi masyarakat umum, tidak perlu panik, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjaga jaring pengaman yang melindungi kita dari hal-hal yang tidak diketahui di masa depan.






























